Selasa, 17 November 2015

FF. Forever




.

.

.

.

.

Title    : Forever

.

.

.

Disclaimer      : Naruto isn’t mine. The original chara is own by Masashi Kishimoto but this story is purely mine.

Genre             : Hurt, Romance, Drama.

Rate                : M

Warning         : Kesamaan chara dan story tidak disengaja.

.

Don’t like don’t read

.

.

.

.

.

.

Cast

Namikaze Naruto.

Uchiha Sasuke.

Cast lain mendukung.

.

.

.

Summary: Selamanya, aku mencintaimu.
.

.

.

.

.

.

“Sasuke, sudah waktunya makan.” Kata gadis berambut pink itu.

Sasuke hanya menoleh sebentar sebelum kembali memandang hampa halaman belakang rumah jepang itu. Angin sore menerpa helaian hitam di atas kepalanya. Gadis itu menghela nafas. Lagi-lagi Sasuke mengabaikannya. Semenjak hari itu Sasuke sering melamun dan berdiam diri.

Hari dimana dia kehilangannya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini?.” Desahnya cemas sebelum akhirnya ia masuk ke dalam rumah.

.

.

.

“Naruto. . .”

.

.

.

“Naru kau kenapa.” Tanya sang raven cemas. Sudah beberapa hari Sasuke melihatnya pucat. Beberapa kali ia juga melihat Naruto lemah dan hampir tidak kuat berjalan.

Yang di panggil Naru hanya  tersenyum. “Tidak apa-apa.”

Mereka hanya tinggal berdua di rumah mungil itu. Rumah kecil berdinding kayu tempat mereka berlindung.

“Sasuke.”

“Hn.”

“Dingin.”

Sasuke mendekatinya dan membelitkan selimut wol hangat, satu-satunya selimut yang mereka miliki, ke tubuh mungil itu. Malam ini sangat dingin. Mereka berbagi selimut itu dan tidur berpelukan.

“Sasuke.”

“Hn.”

“Kau ingat saat pertemuan pertama kita. Kakiku terluka dan terjatuh di semak-semak. Kau dan Sakura menemukanku disana. Aku berterimakasih.” Ia menyandarkan kepalanya di dada Sasuke.
Sasuke mengeratkan pelukannya.

.

.

.

“Sakura, bagaimana?.” Tanya Mebuki.

Sakura menggeleng. “Sasuke belum mau makan.” Ucapnya dengan nada cemas.

“Sejak Naruto pergi, dia jadi kehilangan semangat. Mungkin sudah saatnya.” Ucapnya.

“Ibu.” Lirih Sakura. Matanya mulai memanas. Baru 3 bulan lalu ia kehilangan Naruto. Ia tidak mau kehilangan Sasuke juga.

“Sakura, maafkan ibu.” Mebuki merasa bersalah saat melihat sang anak mulai menitikkan air mata. Ia tau Sakura sangat menyayangi Sasuke. Bagaimanapun mereka sudah bersama sejak kecil.

“Hiks Hiks.” Gadis merah muda itu terisak saat membayangkan Sasuke meninggalkannya sama seperti Naruto. Ia belum ingin kehilangan Sasuke.

.

.

.

Malam ini, Sasuke bergelung di dalam selimut wolnya. Ia menghirup aroma yang masih tertinggal di selimut lusuh itu.

“Naruto.” Matanya memanas. Ia ingin menangis kencang. Meninggalkan semua atribut ke-Uchiha-annya.

.

.

.

“Sasuke, ayo kita kesana.” Tanpa basa-basi, gadis itu langsung menyeret Sasuke ke sebuah taman di dekat kompleks perumahan mereka.

Sasuke mendengar sesuatu di semak-semak. Karena penasaran, iapun menerobos semak yang lebat itu.

“Kau kenapa?.”

“Hiks Hiks.”

“Siapa Namamu?.”

Dia menggeleng dengan cepat. Ia tidak tau namanya. Sasuke melihat kaki makhluk cantik itu berdarah. Sasukepun segera memanggil Sakura agar bisa menolongnya. Sakura segera melakukan pertolongan pertama dan membalut luka berdarah di kaki mungil itu.

“Siapa namamu hmm?.” Tanya Sakura.

“Naruto.” Katanya bermonolog sendiri.

“Hmm, kurasa Naruto cocok untukmu.”

“Naruto.” Batin Sasuke. Ia memandangi makhluk bersurai emas itu dengan intens.
.

.

.

Sasuke menangis mengingat kenangannya bersama Naruto. Ia merindukannya. Ia sangat merindukan si cerewet itu.

“Nah, Teme. Jika reinkarnasi itu ada. Aku berharap akan terlahir denganmu agar kita selalu bersama-sama. Dan kita bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua.”

“Hn.”

“Aku mencintaimu, Teme.”

“Aku juga.”


Sasuke hampir saja memejamkan matanya saat tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan menghampirinya.

“Sasuke.”

Ia tidak mampu melihat dengan baik karena cahaya yang menyilaukan itu. Sesosok siluet mendekat kearahnya. Sasuke mengenalinya. Seseorang yang sangat ia rindukan saat ini.

“ . . . Naruto.”

Naruto tersenyum manis. Ia mengulurkan tangannya. “Aku datang menjemputmu.”

“Kemana?.”

“Ke tempat yang sangat indah.” Katanya dengan lembut.

Sasuke tersenyum. Ia bangkit dan menerima uluran tangan itu.

“Baiklah.”

Mereka saling tersenyum. Naruto dan Sasuke berjalan kearah cahaya menyilaukan itu sambil bergandengan tangan. Saling bertatapan dan tersenyum bahagia. Akhirnya penantiannya selama ini berakhir. Ia akan bersama Naruto selamanya.

.

.

.

“Aku merindukanmu, Dobe.”

.

.

.

Seperti hari-hari biasanya, Sakura membawa makanan untuk Sasuke sebelum ia berangkat sekolah. Ia berjalan menuju halaman belakang rumahnya.

“Sasuke, waktunya makan.” Sakura meletakkan makanan di depan rumah kecil milik Sasuke.

Sasuke House’

Lama ia menunggu tapi tak ada respon. Ia pun mengintip rumah kecil itu. Sakura berteriak memanggil ayah dan ibunya. Kizashi dan Mebuki sontak berlari menghampiri putri kesayangan mereka. Mebuki memeluk Sakura yang sudah menangis sementara Kizashi memeriksa keadaan Sasuke. Ia kemudian memberi isyarat pada Mebuki dengan menggeleng. Sakura semakin kencang menangis saat menyadari bahwa Sasuke sudah meninggalkannya.

“Sasuke pasti sedang bermain dengan Naruto di sana. Ia tidak akan kesepian lagi.” Hibur Mebuki.

Sejak rubah kecil berwarna orange peliharaannya itu mati. Sasuke, anjing Siberian berwarna hitam itu memang terlihat enggan makan dan jadi pendiam. Mungkin karena anjing itu sangat kehilangan sahabatnya. Yah, mungkin ini yang terbaik. Sakura sudah mempersiapkan dirinya namun tetap saja ia merasa sedih. Akhirnya mereka memutuskan untuk memakamkan Sasuke di sebelah makam Naruto.

.

.

.

Selamanya kita akan selalu bersama.

.

.

.

.

-End-

.

.

.

-Omake-

Sakura duduk di kursi taman dekat rumah sakit tempatnya bekerja. Ia menghirup udara segar sore hari setelah seharian penuh bekerja sebagai seorang dokter anak. Taman ini sangat ramai pengunjung saat sore. Banyak anak-anak yang menghabiskan waktu disini. Kemudian matanya tertuju pada sepasang anak kecil yang tengah berlarian riang. Ia memperkirakan kedua anak itu masih berusia sekitar 6 tahun. Ia tampak tersenyum

Brughh!

Anak perempuan berambut pirang itu jatuh terjungkal.

“Hik hik Hueee~~.”

Sakura menghampiri anak perempuan itu karena kawatir.

“Daijoubu?.”

“Hik hueee~~ cakit. Kaki Nalu cakit huee.”

“Naluto.” Seorang anak laki-laki berambut raven menghampirinya .

“Cuke. Hik kaki Nalu cakit.”

“Daijoubu, Fuu Fuu. Cuke tiup bial cakitnya ilang.” Katanya sambil meniup luka kecil di kaki gadis kecil itu. “Ayo, cudah cole. Nanti kaa-chan malah kalo Nalu dan Cuke telambat makan malam.”

Anak lelaki yang dipanggil Cuke itu menggandeng tangan sang gadis kecil dan menuntunnya dengan hati-hati.

“Um, Ba-chan. Aligato cudah menolong Nalu-nya Cuke. Cuke dan Nalu haluc pulang.” Katanya dengan sopan. Sakura tersenyum geli melihat anak sekecil itu bertingkah seperti orang dewasa. Sakura memandang dua anak itu berlalu. Ia tersenyum melihat kedua anak itu bergandengan tangan dan bernyanyi kecil dengan riang.

Ia memandang langit sore yang berwarna merah.

.

.

.

“ Naruto, Sasuke. Aku merindukan kalian.”

.

.

.

-End-

.

.

.




Minggu, 15 November 2015

Online shop



Akhir-akhir ini aku lagi lagi keranjingan banget yang namanya beli online. Bukan baju atau accecories tapi bibit tanaman.

Bibit tanaman?.

Yap! Seriously!

Flower seed, Veggie seed, Gardening tools. Everything.

Emang agak mahal buat ongkirnya sih, tapi kalo lagi hunting seed yang jarang ada atau impor itu rasanya uh-oh shalala hahaha. Rumahku kan desit vro.

Sedih banget kalo nggak numbuh tapi kalo berhasil rasanya bangga banget. Serasa kaya Expert Gardener padahal bukan.

Well, bukan itu yang aku mau omongin.

Beberapa tahun belakangan emang online shop lagi booming banget. Bahkan 4 dari 5 temanku agen olshop, mana jualannya sama lagi. Satu distributor kali ya. hmm.

Kemudahan online shop membuat sebagian  orang mengubah cara belanja konvensional mereka. Bagaiman tidak, online shop memberikan kemudahan berbelanja tanpa harus keluar rumah dan dengan harga yang bersaing (kecuali ongkir mungkin).

Namun sayangnya beberapa orang menggunakan trend online shop ini untuk melakukan kejahatan berupa penipuan.

Aku mau ngasih beberapa tips yang mungkin bisa berguna buat online shop holic (istilah apaan tuh).
  • Cari online shop yang memiliki pihak ketiga. Jadi uang kita tidak akan langsung masuk ke kantong seller langsung sebelum kita menerima barang.
Saya lebih suka belanja di Mall online seperti tokopedia, buka lapak, lazada, dsb. karena mereka menyediakan "konfirmasi terima barang." dan refund jika barang tidak dikirim atau tidak sesuai perjanjian jual beli semisal rusak atau tidak berfungsi.

Yup, pihak ketiga ini tidak akan memberikan uang ke seller sebelum buyer mengkonfirmasi bahwa dia sudah menerima barang. Mereka juga menyediakan kotak feedback jadi kita bisa memberikan feedback kepada seller.
  • Budayakan membaca.
Baca keterangan barang yang mau dibeli secara teliti agar mengurangi resiko ketidak puasan. Ini wajib, jangan hanya tergiur foto yang indah. Perlu diingat bahwa jual beli online itu seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak bisa melihat barangnya sebelum kita beli dan dikirim. Jadi lebih baik berhati-hati diawal.
  • Jika memang langsung ke pihak seller. Cari seller yang benar-benar terpercaya, menyediakan kontak yang bisa dihubungi setiap saat (jam kerja maksudnya) juga terdaftar di polisi online (optional sih tapi lebih bagus kalo iya).
Kita harus benar-benar menyelidiki Online shop yang menjadi buruan kita. Cari rekomendasi, juga reviews mengenai online shop tersebut. Online shop yang baik menyediakan kontak yang bisa dihubungi setiap saat.
  • Jangan tergiur harga murah, free ongkir dsb.
Sekalipun olshop, kurasa harganya tidak akan jauh beda dari toko konvensional. Jadi berhati-hatilah jika ada shop yang ngasih diskon atau harga jauh dibawah standar. Curiga itu harus.
  • Free user online shop
Free user termasuk Olshop Facebook, blogspot, wordpress, dsb. Bisa kalian liat dialamat urlnya. Online shop yang bagus biasanya dia menggunakan domain berbayar.

Saya pribadi tidak terlalu percaya dengan olshop Facebook, bukan berarti semua olshop FB itu penipu loh hanya saja semua orang bisa memiliki akun FB lebih dari 1 jadi kemungkinan penipuan lebih besar. Jika mau beli di FB sih, saran saya liat dulu profilnya, testimoni dari buyer, dan kalo bisa kita memang sudah kenal orang itu secara pribadi.

I'm not Suggesting freeuser olshop.
  • Comparing price
Bandingkan harga online shop dengan toko konvensional, jika tidak jauh beda(sebelum ditambah ongkir) lebih baik kamu beli di toko konvensional.
  • Hati-hati dengan email mengatasnamakan onlineshop.
Sekali lagi, kalau mau main olshop kita harus ekstra hati-hati. Beberapa kasus penipuan terjadi saat buyer mengkonfirmasi telah menerima barang padahal baran belum dikirim.

Buyer menerima konfirmasi melalui email dan dan mengikuti link yang tertera di email tersebut tanfa mengkonfirmasi terlebih dahulu apakah link itu benar atau link bayangan. Teknik ini dinamakan Phising. Karena buyer tidak sadar bahwa dirinya digiring ke situs yang salah dan memberikan passwordnya pada penipu. biasanya terjadi pada situ pihak ketiga yang membutuhkan konfirmasi buyer. seperti tokopedia atau buka lapak.

Nah itu tips aku kalo mau belanja online. Mungkin tidak 100% menjamin, tapi setidaknya mampu mengurangi resiko penipuan yang kian marak sekarang.

Anyway sekarang sudah ada lembaga yang menangani penipuan online kalian bisa menghubungi melalui email atau alamat tertera. Kalian juga bisa memblokir akun bank pelaku dengan membawa bukti seperti bukti transfer dan ditunjukkan pada pihak bank pelaku.